Tumbuhan berbiji terbuka
Gymnospermae (dari bahasa Yunani: gymnos (telanjang) dan
sperma (biji) atau
tumbuhan berbiji terbuka merupakan kelompok tumbuhan berbiji yang bijinya tidak
terlindung dalam bakal buah (ovarium).
Pada tumbuhan berbunga (Angiospermae, atau Magnoliophyta), biji
atau bakal biji selalu terlindungi penuh oleh bakal buah sehingga tidak
terlihat dari luar. Pada Gymnospermae, biji terekspos langsung atau terletak di
antara daun-daun penyusun strobilus atau
runjung. Pada melinjo misalnya,
"pêntil"nya (yaitu bijinya) sejak dari "kroto" hingga
melinjo masak dapat dilihat, sementara pada tusam biji
terletak pada runjungnya.
Gymnospermae telah hidup di bumi sejak
periode Devon (410-360
juta tahun yang lalu), sebelum era dinosaurus. Pada saat
itu, Gymnospermae banyak diwakili oleh kelompok yang sekarang sudah punah dan
kini menjadi batu bara: Pteridospermophyta (paku
biji), Bennettophyta dan Cordaitophyta.
Anggota-anggotanya yang lain dapat melanjutkan keturunannya hingga sekarang.
Angiospermae yang ditemui sekarang dianggap sebagai penerus dari salah satu
kelompok Gymnospermae purba yang telah punah (paku biji).
Dalam klasifikasi tumbuhan modern, Gymnospermae tidak
memiliki status taksonomi karena banyak petunjuk bahwa tumbuhan berbunga
(Angiospermae, tumbuhan berbiji tertutup) adalah keturunan dari salah satu
tumbuhan berbiji terbuka. Pemisahan antara tumbuhan berbiji terbuka dengan
berbiji tertutup akan menyebabkan pemisahan yang parafiletik.
Bennetophyta, punah
Cordaitophyta, punah
Ginkgophyta, dengan
hanya satu jenis yang masih bertahan: Ginkgo biloba
Pinophyta, tumbuhan runjung
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
GYMNOSPERMAE
A. PENGERTIAN
Tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu tumbuhan tak berpembuluh
(non vaskuler) dan tumbuhan berpembuluh (vaskuler). Tumbuhan tak berpembuluh
yaitu lumut, sedangkan tumbuhan berpembuluh terdiri atas tumbuhan tak berbiji,
yaitu paku dan tumbuhan berbiji. Sedangkan tumbuhan berbiji sendiri dibagi
dalam tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup
(angiospermae).
Tumbuhan berbiji ( Spermatophyta ) adalah tumbuhan yang
mempunyai bagian yang di sebut biji. Pada dasarnya tumbuhan biji itu dicirikan
dengan adanya bunga sehingga sering disebut dengan tumbuhan berbunga (Anthopyta).
Biji dihasilkan oleh bunga setelah terjadi peristiwa penyerbukan dan pembuahan.
Dengan kata lain, biji dapat dihasilkan merupakan alat pembiakan secara seksual
(generatif). Selain itu, ada juga pembiakan secara aseksual (vegetatif).
Tumbuhan berbiji di kelompokkan menjadi dua anak divisi,
yaitu tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup
(Angiospermae). Pada tumbuhan biji terbuka, biji tertutup dengan daging buah
atau daun buah (karpelum). Misalnya, pada cemara, pinus, dan damar. Sementara
itu, pada tumbuhan berbiji tertutup, biji di tutupi oleh daging buah atau daun
buah. Misalnya, pada mangga, durian, dan jeruk. Dalam tumbuhan berbiji banyak
sekali ordo ataupuun famili dari tiap divisi. Hal ini membuktikan bahwa tumbuhan
berbiji merupakan tumbuhan yang dapat dikatakan tumbuhan yang memiliki bagian
yang sangatlah banyak.
Gymnospermae adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka.
Gymnospermae berasal dari bahasa Yunani, yaitu gymnos yang berarti telanjang
dan sperma yang berarti biji, sehingga gymnospermae dapat diartikan sebagai
tumbuhan berbiji terbuka.tumbuhan berbiji terbuka merupakan kelompok tumbuhan
berbiji yang bijinya tidak terlindung dalam bakal buah (ovarium). Secara
harfiah Gymnospermae berarti gym = telanjang dan spermae = tumbuhan yang
menghasilkan biji. Pada tumbuhan berbunga (Angiospermae atau Magnoliphyta),
biji atau bakal biji selalu terlindungi penuh oleh bakal buah sehingga tidak
terlihat dari luar. Pada Gymnospermae, biji nampak (terekspos) langsung atau terletak
di antara daun-daun penyusun strobilus atau runjung.
Gymnospermae telah hidup di bumi sejak periode Devon (410-360
juta tahun yang lalu), sebelum era dinosaurus. Pada saat itu, Gymnospermae
banyak diwakili oleh kelompok yang sekarang sudah punah dan kini menjadi batu
bara : Pteridospermophyta (paku biji), Bennettophyta dan Cordaitophyta.
Anggota-anggotanya yang lain dapat melanjutkan keturunannya hingga sekarang.
Angiospermae yang ditemui sekarang dianggap sebagai penerus dari salah satu
kelompok Gymnospermae purba yang telah punah (paku biji).
Gymnospermae berasal dari Progymnospermae melalui proses
evolusi biji. Hal tersebut dapat dilihat dari bukti-bukti morfologi yang ada.
Selanjutnya Progymnospermae dianggap sebagai nenek moyang dari tumbuhan biji.
Progymnospermae mempunyai karakteristik yang merupakan bentuk antara
Trimerophyta dan tumbuhan berbiji. Meskipun kelompok ini menghasilkan spora,
tetapi juga menghasilkan pertumbuhan xylem dan floem sekunder seperti pada
Gymnospermae. Progymnospermae juga sudah mempunyai kambium berpembuluh yang
bifasial yang mampu menghasilkan xilem dan floem sekunder. Kambium berpembuluh
merupakan ciri khas dari tumbuhan berbiji. Salah satu contoh Progymnospermae
adalah tipe Aneurophyton yang hidup pada jaman Devon, sudah menunjukkan system
percabangan tiga dimensi dengan stelenya yang bertipe protostele. Contoh
lainnya adalah tipe Archaeopteris yang juga hidup di jaman Devon. Kelompok ini
dianggap lebih maju karena sudah menunjukkan adanya system percabangan lateral
yang memipih pada satu bidang dan sudah mempunyai struktur yang dianggap
sebagai daun. Batangnya mempunyai stele yang bertipe eustele yang menunjukkan
adanya kekerabatan dengan tumbuhan berbiji yang sekarang.
B. KLASIFIKASI
Gymnospermae terdiri dari beberapa divisi baik yang sudah
punah maupun yang masih ada sampai sekarang, yaitu mencakup 3 divisi yang telah
punah dan 4 divisi yang masih bertahan.
Tumbuhan Gymnospermae yang sudah punah
Tiga divisi yang sudah punah adalah:
Bennetophyta
Cordaitophyta
Pteridospermophyta, sudah punah namun dianggap sebagai moyang
Angiospermae.
Divisi Cycadophyta, yang mempunyai daun menyerupai palem,
agak menyerupai tumbuhan Cycas yang sekarang. Kelompok ini (Bennetitales) juga
mengikuti garis evolusi yang sama seperti tumbuhan berbiji yang ada sampai
sekarang. Namun terdapat perbedaan, yaitu sifat biseksualisme pada strobilusnya
dan aspek lainnya. Kelompok yang menyerupai Cycas ini hidup pada jaman Jura dan
Creta.
Tumbuhan Gymnospermae yang masih ada sampai sekarang
Empat divisi Gymnospermae yang masih bertahan adalah:
1) Ginkgophyta
Hanya satu jenis yang masih bertahan: Ginkgo biloba
2) Cycadophyta
Cycadophyta di bagi menjadi dua famili, yaitu Cycadaceae dan
Zamiaceae.
3) Coniferophyta atau dapat
disubut Pinophyta
Merupakan tumbuhan runjung.
4) Gnetophyta
Dengan anggota hanya 3 genus: Gnetum(melinjo dan kerabatnya),
Welwitschia, dan Ephendra.
C. HABITAT
Gymnospermae hidup di mana-mana, hampir di seluruh permukaan
bumi ini. Mulai dari daerah tropis hingga daerah kutub dan dari daerah yang
cukup air hingga daerah kering.
Ginkgophyta
Banyak ditemukan di negara Cina, khususnya di daerah kecil di
Zhejiang Cina dan di Mu Tian Shan. provinsi di Timur
Cycadophyta
Cycadophyta hidup di daerah tropis dan subtropis.
Coniferophyta atau dapat disubut Pinophyta
Tumbuhan yang termasuk Coniferophyta hidup tersebar di
berbagai daerah, bahkan hampir di seluruh daerah di dunia. Pohon pinus
dan cemara banyak tumbuh di Eropa bagian pegunungan.
Gnetophyta
Banyak tumbuh di daerah tropis dan subtropis.
D. CIRI-CIRI
Gymnospermae memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Bakal biji tidak terlindungi oleh daun buah.
2. Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa
herba. Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar. Akar dan
batang tersebut selalu mengadakan pertumbuhan menebal sekunder. Berkas pembuluh
pengangkutan kolateral terbuka. Xilem pada gymnospermae hanya terdiri atas
trakeid saja sedangkan floemnya tanpa sel-sel pengiring.
3. Mempunyai akar, batang, dan daun sejati.
4. Bentuk perakaran tunggang.
5. Daun sempit, tebal dan kaku.
6. Tulang daun tidak beraneka ragam.
7. Tidak memiliki bunga sejati.
8. Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam
strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.
9. Struktur perkembangbiakan yang khas adalah biji yang
dihasilkan bunga ataupun runjung. Setiap biji mengandung bakal
tumbuhan , yaitu embrio yang terbentuk oleh suatu proses reproduksi seksual.
Sesudah bertunas embrio ini tumbuh menjadi tumbuhan dewasa.
10. Sperma atau sel kelamin jantan menuju kesel telur atau
sel kelamin betina melalui tabung serbuk sari hanya terdapat pada tumbuhan berbiji.
11. Tumbuhan biji mempunyai jaringan pembuluh yang rumit.
Jaringan ini merupakan saluran menghantar untuk mengangkut air, mineral,
makanan dan bahan – bahan lain.
12. Tumbuhan berbiji terbuka memiliki pigmen hijau (klorofil)
yang penting untuk fotosintesis yaitu suatu proses dasar pembuatan makanan pada
tumbuhan.
13. Gymnospermae memiliki batang yang tegak lurus dan
bercabang-cabang. Daunnya jarang yang berdaun lebar, jarang yang bersifat
majemuk, dan system pertulangan daunnya tidak banyak ragamnya. Hal ini sangat
berbeda dengan karakteristik daun yang terdapat pada angiospermae yang sistem
pertulangannya beraneka ragam.
E. REPRODUKSI
Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau
strobilus. Tumbuhan berbiji terbuka tidak memiliki bunga, sporofil
terpisah-pisah atau membentuk srobilus jantan dan betina. Makrosporofil dan
makrosporangium yang tampak menempel pada strobilus betina. Letak makrosporofil
dan mikrosporofil terpisah. Sel kelamin jantan berupa spermatozoid yang masih
bergerak aktif. Di dalam strobilus jantan terdapat banyak anteridium yang
mengandung sel-sel induk butir serbuk. Sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap
sel induk terbentuk 4 butir serbuk yang bersayap. Pada strobilus betina
terdapat banyak arkegonium. Pada tiap-tiap arkegonium terdapat satu sel induk
lembaga yang bermeiosis sehingga terbentuk 4 sel yang haploid. Tiga mati, dan
satu sel hidup sebagai sel telur. Arkegonium ini bermuara pada satu ruang
arkegonium.
Pada Gymnospermae sering terjadi poliembrioni, walaupun hanya
ada satu embrio yang terus berkembang karena adanya pembelahan beberapa
arkegonia. Air sudah tidak digunakan sebagai media fertilisasi karena adanya
pembentukan buluh serbuk pada serbuk sari yang berkecambah.
Pada Coniferophyta dan Gnetophyta spermanya tidak mempunyai
flagel, sehingga buluh serbuk menghantarkannya langsung ke mulut arkegonia.
Serta pada Cycas dan Gingko fertilisasinya merupakan bentuk antara kondisi pada
paku-pakuan dan tumbuhan tanpa biji lainnya, yaitu spermanya mampu berenang
bebas dan bentuk pada tumbuhan berbiji yaitu spermanya tidak mampu bergerak
bebas.
Gametofi jantan umumnya bersifat haustorial, yaitu menyerap
makanan dari ovulum ketika tumbuh, walaupun dibutuhkan buluh serbuk tetapi
tidak langsung masuk ke arkegonium. Buluh serbuk tersebut tumbuh dan menetap di
dalam nuselus selama berbulan-bulan sebelum menuju gametofit betina. Setelah
sampai di mulut gametofit betina, buluh serbuk robek dan melepaskan sel sperma
yang berflagel banyak. Sperma tersebut kemudian menuju ke arkegonium dan
membuahi telur. Dengan adanya buluh sperma tersebut maka tumbuhan berbiji tidak
ada lagi yang bergantung pada ketersediaan air pada fertilisasinya.
Proses Penyerbukan dan Pembuahan
Penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan berbiji terbuka selalu
dengan cara anemogami (penyerbukan dengan bantuan angin). Serbuk sari jatuh
langsung pada bakal biji. Selang waktu antara penyerbukan sampai pembuahan
relatif panjang. Pembuahan yang terjadi pada gymnospermae disebut pembuahan
tunggal (setiap inti generatif melebur dengan inti sel telur). Mikropil
terdedah ke udara bebas. Pembuahan pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal,
karena tiap-tiap inti sperma membuahi satu sel telur.
|
siklus hidup pinus (gymnospermae)
F. IDENTIFIKASI
1. Ordo Cycadales, Divisi Cycadophyta
Ordo ini dicirikan dengan bentuk dan susunan daun yang mirip
dengan pohon palem. Batang tidak bercabang, akar serabut, dan ujung daun
mudanya menggulung seperti daun tumbuhan paku muda, termasuk dalam tumbuhan
berumah dua. Alat kelamin jantan dan alat kelamin betina terdapat pada pohon
yang berbeda. Pohon jantan mempunyai tongkol dengan kotak-kotak berisi serbuk
sari. Pohon betina membentuk daun buah yang pipih yang pada lekukan tepi daun
buah terdapat bakal biji.
Ordo ini beranggotakan sembilan genus yang masih hidup sampai
sekarang dan meliputi sekitar 100 spesies. Meskipun tumbuhan ini tidak
ditemukan dalam fosil diduga sudah muncul pada zaman trias sampai kapur awal.
Tanda-tanda khas golongan ini adalah batang tidak bercabang, daun majemuk
tersusun sebagai tajuk di pucak pohon. Cycadales baik ditemukan baik di wilayah
tropic maupun subtropik, misalnya Zamia dan Cycas rumphii (pakis haji).
Adapun ciri – ciri umum dari ordo Cycadales adalah :
Berupa pohon, seperti kelapa sawit dengan pertulangan daun
sejajar. Batang tidak bercabang, daunnya majemuk, tersusun sebagai tajuk di
puncak pohon.
Berumah dua, artinya ada tanaman jantan yang menghasilkan
strobilus jantan dan tanaman betina yang menghasilkan strobilus betina pada
tanaman yang berbeda.
Anggota ini menghasilkan strobilus yang besar. Meskipun demikian, rata – rata reproduksinya rendah. Dari 15 – 20 strobilus yang dihasilkan tumbuhan Cycas jantan, hanya satu atau dua saja yang siap melepaskan serbuk sarinya. Strobilus jantan ini menghasilkan aroma yang membuat serangga tertarik untuk datang. Setelah datang, serangga tersebut akan memakan strobilus dan berkembang biak. Pada saat yang sama, strobilus betina menghasilkan bau yang dapat mengusir serangga yang datang kepadanya. Setelah beberapa waktu, strobilus betina menghasilkan aroma yang justru menarik serangga yang berasal dari strobilus jantan. Sambil membawa mikrospora dari strobilus jantan, serangga tersebut menuju strobilus betina dan terjadilah polinasi.
Anggota ini menghasilkan strobilus yang besar. Meskipun demikian, rata – rata reproduksinya rendah. Dari 15 – 20 strobilus yang dihasilkan tumbuhan Cycas jantan, hanya satu atau dua saja yang siap melepaskan serbuk sarinya. Strobilus jantan ini menghasilkan aroma yang membuat serangga tertarik untuk datang. Setelah datang, serangga tersebut akan memakan strobilus dan berkembang biak. Pada saat yang sama, strobilus betina menghasilkan bau yang dapat mengusir serangga yang datang kepadanya. Setelah beberapa waktu, strobilus betina menghasilkan aroma yang justru menarik serangga yang berasal dari strobilus jantan. Sambil membawa mikrospora dari strobilus jantan, serangga tersebut menuju strobilus betina dan terjadilah polinasi.
Daun berbagi menyirip, tersusun roset batang, daun muda
menggulung.
Mirip palma berkayu berbentuk pohon atau semak.
Strobilus terminalis, uniseksualis, dioecious.
Strobilus jantan mengandung banyak sekali mikrosporofil yang
tersusun spiral dengan mikrosporangia pada permukaan bawah.
Gamet jantan (spermatozoid) motil, di lingkungan air, penting
untuk penyerbukan.
Jumlah ovuli dua atau lebih pada tiap megasporofil.
Megasporofil mirip bulu ayam, tersusun longgar di ujung
batang atau tersusun rapat dan kompak.
strobilus betina
Gambar strobilus betina
Gambar strobilus jantan
Contoh: Zamia furfuracea, Cycas revoluta dan Cycas rumphii
(pakis haji)
PAKIS HAJI
Klasifikasi Pakis Haji
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio : Cycadophyta (sikas)
Kelas : Cycadopsida
Ordo : Cycadales
Familia : Cycadaceae
Genus : Cycas
Spesies : Cycas rumphii Miq
Pakis haji berbentuk seperti kelapa sawit dan sering
digunakan untuk tanaman hias. Jenis ini dapat ditemukan di daerah tropis dan
subtropis. Pakis haji (aji) atau populer juga dengan nama sikas adalah
sekelompok tumbuhan berbiji terbuka yang tergabung dalam marga pakis haji atau
Cycas dan juga merupakan satu-satunya genus dalam suku Cycadaceae.
Pakis haji berhabitus mirip palem, namun sebenarnya sangat
jauh kekerabatannya. Kemiripan ini berasal dari susunan anak daunnya yang
tersusun berpasangan. Semua pakis haji berumah dua (dioecious) sehingga
terdapat tumbuhan jantan dan betina. Serbuk sari dihasilkan oleh tumbuhan
jantan darirunjung besar yang tumbuh dari ujung batang. Alat betina mirip daun
dengan biji-biji tumbuh dari samping. Alat betina tumbuh dari sela-sela ketiak
daun. Walaupun ia disebut “pakis”, dan daun mudanya juga mlungkerpakis sejati,
pakis haji sama sekali bukan anggota tumbuhan berspora tersebut.
Akar beberapa jenis pakis haji dapat diinfeksi oleh sejenis
Cyanobacteria, Anabaena cycadeae , yang pada gilirannya menguntungkan
kedua pihak ( simbiosis mutualistis). Akar yang terinfeksi akan membentuk
semacam bintil-bintil yang berisi jasad renik tersebut. Beberapa pakis haji
yang besar dapat dimakan bagian teras batangnya, karena mengandung pati.
2. Ordo Ginkgoales, Divisio Ginkgophyta
Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari daratan Cina.
Tinggi pohon dapat mencapai 30 meter, daun berbentuk kipas mudah gugur. dan
berumah dua. Berdasarkan bukti fosil ginkgo diperkirakan telah hidup sejak
jaman jura (181 juta tahun yang lalu). Serbuk sari dan bakal biji dihasilkan
oleh individu yang berlainan. Anggota kelompok ini hanya ada satu species yaitu
Ginkgo biloba. Spesies ini tercatat sebagai spesies pohon tertua di dunia.
Selama 80 tahun spesies ini belum pernah berubah.
Klasifikasi Ginkgo biloba
Kingdom : Plantae
Divisio : Ginkgophyta
Class : Ginkgoopsida
Ordo : Ginkgoales
Family : Ginkgoaceae
Genus : Ginkgo
Spesies : Ginkgo biloba
Divisio : Ginkgophyta
Class : Ginkgoopsida
Ordo : Ginkgoales
Family : Ginkgoaceae
Genus : Ginkgo
Spesies : Ginkgo biloba
Ciri khas tanaman ini adalah
Mempunyai daun yang berbentuk seperti kapas dengan lebar 5
sampai 10 sentimeter dan tinggi batang mencapai 30 meter. Selain itu, daunnya
juga ada yang berbentuk mirip daun paku kelompok suplir.
Ketika musim penyerbukan tiba, tanaman ini mengeluarkan bau
yang kurang sedap dan dijauhi oleh manusia. Habitus pohon tinggi lebih dari
1000 kaki, daun berubah warna dan menggugurkan daunnya pada musim rontok.
Tumbuhan berumah dua (diesis)
Gamet jantan motil, penyerbukan di air.
Daun muda menggulung, melebar bentuk kipas, daun terbagi dua
simetris karena lekukan yang dalam, mengalami perkembangan.
Strobilus jantan berbentuk kerucut; strobilus betina dngan 2
ovuli yang berbeda kematangannya; ovulum mempunyai pembungkus berdaging yang
dapat berubah warna.
Lembaga mempunyai 2 cotyledon.
Manfaat dan kegunaan Ginkgo biloba :
Berfungsi sebagai antioksidan untuk menekan radikal bebas,
untuk meremajakan sel-sel otak yaitu dengan cara memulihkan reseptor-reseptor
di dalam otak serta meningkatkan serotonin.
Mempunyai kemampuan untuk memperbaiki peredaran darah.
Dapat memacu produksi molekul energi ATP (adenosine
triphosphate).
Peluang agribisnis tanaman ini adalah di manfaatkan sebagai
peneduh atau sebagai tanaman hias. Selain itu, tanaman ini juga di percaya
sebagai tanaman obat Bronkhitis dan asma sejak 5000 tahun lalu di Cina.
Daun Ginkgo biloba
Daun tumbuhan kelas ini banyak yang berbentuk jarum, oleh karena itu sering disebut sebagai pohon jarum. Tajuk pohon kebanyakan berbentuk kerucut (Conus = kerucut; Ferein = mendukung).
3. Ordo Coniferales, Divisio Coniferophyta
Coniferales artinya tumbuhan pembawa kerucut, karena alat
reproduksi jantan atau betina berupa strobilus. Ada dua strobilus, yaitu
strobilus biji atau strobilus betina dan strobilus jantan strobilus serbuk
sari.
Seperti halnya tumbuhan gymnospermae yang lain. Meskipun
Coniferales banyak ditemukan pada zaman sekarang, sebenarnya merupakan tumbuhan
purba yang pernah hidup dominant pada zaman karbon atas ( 345 juta tahun lalu).
Anggota Coniferales merupakan tumbuhan `evergreen` (selalu hijau ).
Adapun ciri umum ordo Coniferales adalah
Tanaman berupa pohon, daun berbentuk jarum, serta ada yang
berumah satu dan berumah dua.
Pohon pinus dan cemara banyak hidup di Eropa bagian
pegunungan. Di Eropa tanaman pinus dan cemara disebut evergreen, artinya
daunnya tetap hijau sepanjang masa.
Ordo Coniferales memiliki 4 famili, yaitu:
Familia Araucariaceae
Genus : Araucaria, Agathis
Ciri-ciri familia Araucariaceae:
1) Evergreen trees, mengandung
resin.
2) Daun tersusun spiral atau 2
tingkat, kaku, serupa paku, linear atau ovatus, sering meruncing.
3) Strobilus uniseksualis,
terminalis atau aksilar.
Strobilus jantan dgn banyak mikrosporofil masing-masing
dengan 4-19 mikrosporangia. Strobilus betina mirip gada atau bulat, dengan
ovulum soliter dengan bagian memipih serupa sayap.
4) Kecambah dengan 2-4
cotyledon.
Contoh : Araucaria sp. dan Agathis alba
Araucaria sp.:
Agathis alba:
Familia Podocarpaceae
Ciri-ciri familia Podocarpaceae :
1) Terdapat di belahan bumi selatan.
2) Perdu atau pohon; daun tersusun spiral atau berseling,
bentuk menyerupai sisik, serupa jarum sampai lancealatus.
3) Strobilus uniseksualis, dioecious, aksilaris
Strobilus jantan berbentuk conus dengan banyak mikrosporofil,
dua mikrospangia pada tiap mikrosporofil. Strobilus betina hanya memiliki satu
sampai beberapa ovuli yang soliter, sering dengan pembungkus sukulen epimatium
(homolog dengan sisik pembawa ovuli) atau tertanam dalam arilus bentuk cawan
(Phyllocladus).
4) Mikropil pada Podocarpus menghadap ke bawah.
Contoh : Podocarpus imbricatus, Podocarpus polystachyus
Podocarpus sp betina dan jantan
Familia Pinaceae
Genus : Pinus
Ciri-ciri familia Pinaceae :
1) Pohon berkayu, strobilus
bentuk conus.
2) Daun bentuk jarum &
berkelompok atau serupa sisik, daun dan sisik tersusun spiral, sisik dan
braktea lepas.
3) Tiap sisik dengan dua (2)
biji bersayap.
4) Strobilus jantan dan betina
dalam satu pohon; strobilus jantan lebih kecil dari pada strobilus betina
(berkayu), terletak aksilaris.
5) Penyerbukan & penyebaran
biji dengan bantuan angin.
6) Serbuk sari dengan dua
gelembung udara.
7) Cotyledon banyak.
Contoh : Pinus merkusii
Strobilus betina pada Pinus merkusii
Klasifikasi Pinus
Divisi : Coniferophyta
Kelas : Pinopsida
Bangsa : Pinales
Suku : Pinaceae
Marga : Pinus
Jenis : Pinus merkusii
Divisi : Coniferophyta
Kelas : Pinopsida
Bangsa : Pinales
Suku : Pinaceae
Marga : Pinus
Jenis : Pinus merkusii
Familia Cupressaceae
Genus : Cupressus
Ciri-ciri familia Cupressaceae :
1) Daun bentuk sisik dan
tersusun berhadapan atau berseling, sisik dan braktea bersatu.
2) Tiap braktea dengan sejumlah
biji kecil tanpa sayap.
3) Strobilus jantan dan betina
dalam satu pohon, strobilus jantan berbentuk kerucut, strobilus betina
berbentuk bulat, terletak aksilaris.
4) Penyerbukan & penyebaran
biji dengan bantuan hewan.
5) Cotyledon banyak.
Contoh : Cupressus sp., Juniperus communis, Thuja gigantean
Cupressus sp.
Contoh tumbuhan Coniferales :
Agathis alba (damar), Pinus merkusii (pinus), Cupressus sp.,
Araucaria sp., Sequoia sp., Juniperus sp. dan Taxus sp.
Manfaat:
Tumbuhan dari ordo ini banyak dimanfaatkan oleh manusia.
Misalnya, batang pinus digunakan untuk bahan industri kertas dan korek api.
Sedangkan damar digunakan untuk minyak terpentin dan obat – obatan. Selain itu,
cemara juga dapat digunakan sebagai tanaman hias.
4. Ordo Gnetales, Divisio Gnetophyta
Anggota kelompok ini berupa perdu, liana (tumbuhan pemanjat)
dan pohon. Daun berbentuk oval/lonjong dan duduk daun berhadapan dengan bentuk
urat daun menyirip. Pada xilem terdapat trakea dan floem tidak memiliki sel
pengiring. Strobilus tidak berbentuk kerucut.
Ordo ini dicirikan dengan
Batang pohon yang lurus kira-kira 20 meter dan bercabang.
Akarnya tunggang.
Tulang daun menyirip, tipis dan melebar.
Berumah dua karena strobilus jantan dan betina terletak pada
pohon yang berbeda. Namun ada pula yang berumah satu, strobilus jantan
dan betina terdapat dalam 1 pohon.
Strobilus uniseksual atau biseksual tidak sempurna, memanjang
dan ber-buku-buku. Bunga jantan berkelompok aksilaris, berkarang, tiap bunga
dengan brakteola bersatu. Bunga betina berkelompok aksilaris, berkarang, tiap
bunga memiliki tiga (3) lapisan pelindung. Biji dilindungi perianth yang
berdaging. Memiliki ovulum yang lebih tertutup, tetapi mikropilnya tetap
terbuka.
Liana berkayu, beberapa tegak.
Percabangan bersendi dan menebal
Daun sederhana, berhadapan, menyirip
Contoh yang terkenal dari kelompok ini adalah Gnetum gnemon
(melinjo), yang daun dan bijinya dapat dimakan, sedangkan kayunya dapat
dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas, serat tali, dan perabot rumah tangga.
Melinjo banyak digunakan oleh orang Indonesia untuk sayur – sayuran dan emping.
Klasifikasi ilmiah Gnetum gnemon (Melinjo)
Kerajaan : Plantae
Divisi : Gnetophyta
Kelas : Gnetopsida
Ordo : Gnetales
Famili : Gnetaceae
Genus : Gnetum
Spesies : Gnetum gnemon
Divisi : Gnetophyta
Kelas : Gnetopsida
Ordo : Gnetales
Famili : Gnetaceae
Genus : Gnetum
Spesies : Gnetum gnemon
Nama Inggris : Spanish joint fir
Nama Indonesia : Melinjo
Tanaman melinjo dapat tumbuh pada tanah-tanah liat/lempung,
berpasir dan berkapur, tetapi tidak tahan terhadap tanah yang tergenang air
atau yang berkadar asam tinggi dan dapat tumbuh dari ketinggian 0 – 1.200 m.
Bijinya tidak terbungkus daging tetapi terbungkus kulit luar. Batangnya kokoh
dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Daunnya tunggal berbentuk
ovalbunga dan buah sejati karena bukan termasuk tumbuhan berbunga. Yang
dianggap sebagai buah sebenarnya adalah biji yang terbungkus oleh selapis aril
yang berdaging.
Pohon berumah dua dan ada pula yang berumah satu yang selalu
hijau dan berbatang lurus, tinggi dapat mencapai 5—10 m. Daun berhadapan,
berbentuk jorong, urat daun sekunder saling bersambungan. Perbungaan majemuk
soliter dan aksiler, melingkar di tiap nodus, panjang bunga 3—6 cm. Terdapat 5
– 8 bunga betina di tiap nodus, berbentuk bola. Buah seperti buah kacang,
berbentuk jorong, bagian ujungnya runcing pendek, ketika masak warna buah
berangsur-angsur akan berubah dari kuning, merah hingga keunguan. Satu biji
dalam satu buah, buah besar dan kulit tengahnya keras berkayu.
Melinjo ditemukan di seluruh kawasan Asia Tenggara (meskipun
merupakan tumbuhan asli dari Jawa dan Sumatra) dan tersebar hingga mencapai
sebelah utara Assam dan sebelah timur Fiji. Melinjo tumbuh liar di hutan-hutan
hujan pada ketinggian hingga 1200 m. Melinjo dapat ditemukan di daerah yang
kering sampai tropis. Untuk tumbuh dan berkembang, melinjo tidak
memerlukan tanah yang bernutrisi tinggi atau iklim khusus. Melinjo dapat
beradaptasi dengan rentang suhu yang luas. Hal inilah yang menyebabkan melinjo
sangat mudah untuk ditemukan di berbagai daerah kecuali daerah pantai karena
tumbuhan ini tidak dapat tumbuh di daerah yang memiliki kadar garam yang
tinggi. Di Indonesia tumbuhan melinjo tidak hanya dapat dijumpai di hutan
danperkebunan saja. Di beberapa daerah tumbuhan melinjo ditumbuhkan di
pekaranganrumah atau kebun rumah dan dimanfaatkan oleh penduduk secara
langsung. Lahan yang akan ditanami melinjo harus terbuka atau terkena sinar
matahari, lubang tanam berukuran 60 X 60 X 75 cm, dengan jarak tanam 6 – 8 m.
Tanaman melinjo dapat tumbuh mencapai 100 tahun lebih dan
setiap panen raya mampu menghasilkan melinjo sebanyak 80 – 100 kg. Bila tidak
dipangkas bisa mencapai ketinggian 25 m dari permukaan tanah. Tanaman melinjo
dapat diperbanyak dengan cara generatif (biji) atau vegetatif (cangkokan,
okulasi, penyambungan dan stek).
Manfaat Gnetum gnemon :
Daun-daun muda, bunga dan buah (muda dan tua) biasa diolah
menjadi sayur.
Bagian paling penting dari Melinjo adalah biji. Biji Melinjo
dapat dimakan kering, dimasak, atau diawetkan menjadi kerupuk (Emping). Emping
merupakan panganan hasil industri rumah tangga dan berperan penting bagi
perekonomian masyarakat di Jawa.
Selain itu, pohon Melinjo yang memiliki perakaran kuat ini
juga baik ditanam untuk pemulihan kembali areal kritis. Di Jawa Tengah, Melinjo
ditanam untuk merehabilitasi lahan dan konservasi tanah di sepanjang Daerah
Aliran Sungai Gobeh. Spesies ini telah direkomendasikan sebagai tanaman
penghijauan.
Kayunya dapat dipakai sebagai bahan papan dan alat rumah
tangga sederhana.
Kandungan Nutrisi Gnetum gnemon:
Penelitian yang sudah dilakukan pada melinjo menujukkan bahwa
melinjo menghasilkan senyawa antioksidan. Aktivitas antioksidan ini diperoleh
dari konsentrasi protein tinggi, 9-10 persen dalam tiap biji melinjo. Protein
utamanya berukuran 30 kilo Dalton yang amat efektif untuk menghabisi radikal
bebas yang menjadi penyebab berbagai macam penyakit.
Di Jepang dilakukan penelitian dan dilaporkan bahwa melinjo
termasuk tumbuhan purba yang secara evolusi dekat dengan tanaman Ginko
biloba Jepang. Ginkgo adalah spesies pohon hidup tertua, yang telah tumbuh
selama 150-200 juta tahun dan dipercaya sebagai tonik otak karena memperkuat
daya ingat. Daun Ginkgo juga punya khasiat antioksidan kuat dan berperan
penting dalam oksidasi radikal bebas penyebab penuaan dini dan pikun.
Sampai saat ini, doktor biokimia dari Osaka Prefecture
University, Jepang telah mengisolasi dua jenis protein yang menunjukkan
aktivitas antioksidan tinggi. Dari seluruh bagian tumbuhan melinjo yang pernah
diekstraknya, mulai dari daun,kulit daun , akar, sampai biji, ditemukan
protein paling potensial adalah dari biji. Riset menunjukkan aktivitas antioksidan
dari kandungan fenolik ini setara dengan antioksidan sintetik BHT (Butylated
Hydroxytolune).
Selain itu melinjo juga merupakan antimikroba alami. Itu
artinya protein melinjo juga bisa dipakai sebagai pengawet alami makanan
sekaligus obat baru untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Peptida yang
diisolasi dari biji melinjo diindikasikan punya potensi aktif menghambat
beberapa jenis bakteri gram positifdan negatif.
Banyak mitos yang mengatakan bahwa melinjo dapat menyebabkan
kenaikan asam urat (Hiperurisemia) yang signifikan. Hal ini benar karena
melinjo mengandung purin. Peningkatan asam urat terjadi karena gangguan
metabolisme purin dan asupan purin tinggi dari makanan secara berlebihan.
Hiperurisemia terjadi karena gangguan pengeluaran asam urat oleh ginjal.
Hiperurisemia dapat disebabkan oleh faktor genetik dan dapat diturunkan.
Konsumsi makanan dengan purin tinggi, konsumsi gula dan lemak berlebihan dapat
meningkatkan kadar asam urat. Kegemukan, pengguna obat diuretik, diet penurunan
berat nadan, juga sering menyebabkan hiperurisemia. Namun, apabila tidak
dikonsumsi secara berlebihan dan cara pengolahannya benar tidak akan
menyebabkan asam urat.
Konsumsi berlebihan dan minyak goreng yang digunakan untuk
menggoreng emping hasil olahan melinjo tersebut yang menyebabkan kadar asam
uratnya meningkat. Jadi, bukan melinjo itu sendiri yang menyebabkan asam urat,
karena apabila disiapkan dalam bentuk makanan lain tanpa minyak dan tidak
dikonsumsi secara berlebihan tidak akan menyebabkan peningkatan asam urat.
Kandungan Senyawa:
Setiap 100 gram mengandung: Air 30 g, protein 11 g, lemak 1,7
g, karbohidrat 9,1 g, serat 6,8 g, phosphor 24 mg, calsium 151 mg, besi 2.5 mg
dan vit A 10889 IU, Energi 310 kJ/100 g.
Anggota lainnya adalah Ephedra sp. dan Welwitschia sp. Genus
Ephedra atau yang di kenal dengan nama ”Mormon tea” atau ”Ma Huang” mengandung
zat ephedrin dan pseudo-ephedrin. Zat ini jika di minum dalam dosis rendah
digunakan sebagai obat demam. Zat ini dapat pula mengemulsikan sistem syaraf
pusat sehingga tidak jarang digunakan sebagai narkoba yang dikenal dengan
herbal ectacy. Ephedra tumbuh di seluruh gurun di dunia.
Berbeda dengan Ephedra yang tumbuh di seluruh gurun dunia,
Welwitschia hanya tumbuh di gurun Afrika. Pertumbuhan tumbuhan dengan daun
berupa helai – helai yang besar dan panjang mirip gurita ini cukup lambat.
Kebutuhan airnya sebagian besar dipenuhi melalui kabut.
Contoh : Gnetum gnemon
Strobilus Gnetum gnemon
G. MANFAAT GYMNOSPERMAE
Secara umum Gymnospermae bermanfaat bagi kehidupan manusia,
di antaranya sebagai berikut :
Tanaman hias, misalnya cemara dan pakis haji.
Bahan industri, cat, dan obat – obatan, misalnya damar.
Penghasil minyak cat (terpentin), misalnya pinus/tusam.
Bahan pembuat kertas dan korek api, misalnya kayu pinus dan
kayu tumbuhan melinjo
Sayur – mayur, misalnya melinjo.
Sumber makanan, misalnya melinjo.
Bahan untuk obat dan kosmetik, yaitu Ginkgo biloba
Kintan Limiansi: Linta Dwi W.:Tri Endah N. :Riza Fikri A.
-7.782917 110.367024
Ditulis dalam biology








